Jumat, 30 November 2012

Cerpen "Sahabat Selamanya"


Di pagi hari yang cerah aku bangun untuk mulai beraktivitas kembali seperti biasa. Dengan mata yang masih mengantuk dan badan yang lemas aku pergi mandi untuk bersekolah. Hari ini adalah hari pertama setelah liburan serta memasuki kelas 9 smp dan memiliki teman teman baru. Karena kelas 9 ini semua siswa dan siswi di rolling dan tidak satu kelas lagi dengan teman yang ada di kelas 7 dan 8. Setelah mandi aku bersiap siap untuk berangkat ke sekolah. Sesampainya di sekolah ternyata aku masuk di kelas 9.5. Saat di kelas awalnya terasa asing, yaaaah mungkin karena belum beradaptasi dan belum saling kenal satu sama lain yang ada di kelas ini. Aku pun mencoba berkenalan dengan teman sekelasku.
"Hai kenalin nama gue Anggraini, nama lu siapa?" kataku.
"Nama gue Elsa, salam kenal ya." Elsa menjawab.
"Kalo yang sebelah lu siapa namanya?"
"Nama gue Icha hehe" Kata Icha yang duduk di sebelah Elsa.
"Kalo lu siapa namanya?" Aku bertanya kepada orang yang duduk di depanku.
"Gue Nita,apalin yah hehe." Kata Nita yang duduk di depanku.
"Hehe iya, gue kayaknya ga pernah liat lu deh, tapi kalo yang lain sih sering."
"Iya, gue dulu di 8.13 yang kelasnya di ujung, terus jarang keluar kelas." kata Nita.
"Oh pantesan aja jarang lihat gue." kataku
Sedangkan Nilam dan Iffah aku sudah kenal karena Nilam dulu teman sekelasku waktu kelas 7 dan 8 sedangkan Iffah temen paskib gue waktu itu.
Setelah berkenalan kami sering bermain, belajar, dan saling bertukar cerita satu sama lainnya. Akhirnya kita semakin dekat dan akrab. Suatu hari di rumah Nita,
kita tidak sengaja membuat nama VENNIA, itu cuma iseng-iseng kami saja dan biar makin akrab. VENNIA itu nama singkatan kami berenam.
V: Fawa
E: Elsa
N: Nilam
N: Nita
I: Iffah
A: Anggraini
Banyak cerita tentang kita yang tak akan pernah terlupakan. Banyak kenanangan yang kita alami yang slalu aku simpen di memori otakku. Hingga pada akhirnya kami saling mengetahui sifat baik dan buruk antara kita. Kalau Elsa dia sifatnya keras kepala, tegas, suka frontal. Icha itu dewasa pemikirannya dan tertutup jadi kita suka tidak tahu banyak tentang dia. Nilam orangnya jorok, tidak tahu malu terus tidak bisa diam. Iffah itu lama sekali apabila sedang berpikir jadi bisa dibilang dia 'tulalit'. Nita itu sensitive, cerewet, dan lebay.
Sedangkan aku sendiri egois, suka maksud dan emosional sekali.





Canda, tawa, senang, sedih kita lewati bersama tanpa ada hal yang kita tutup-tutupi. Hari hari bagaikan pelangi jika bersama mereka. Hingga saatnya kami pun bertengkar karena adanya kesalahpahaman yang terjadi diantara kita. Disaat itu Nilam, Icha, dan Nita sedang duduk di kelas dan mengobrol. Ternyata mereka sedang membicarakan tentang Aku, Iffah dan Elsa. Mereka membicarakan tentang sikap kita yang berubah dan menyembunyikan sesuatu terhadap mereka. Akhirnya Aku, Elsa dan Iffah marah karena mereka bukannya bicara langsung dengan kita malah bicara di belakang. Itu terasa menyakitkan. Sahabat seharusnya saling memberitahu apabila sahabat itu sedang salah.
Aku, Elsa, Iffah bukannya menyembunyikan sesuatu hanya saja butuh waktu yang tepat untuk memberitahu semuanya, tetapi mereka sudah berfikir negatif dan tidak sabar. Elsa marah kepada mereka yang sikapnya begitu.
Elsa: "Maksud lu apa ngomong di belakang kita,kalo ga suka sama kita ngomong aja di depan dan ga usah sok baik di depan kita!"
Nilam: "Pede amat,ngomongin kalian!"
Elsa:"Gue denger kok apa yang tadi kalian omongin,jujur deh!"
Nilam: "Iya kita ngomongin kalian,terus kenapa?"
Aku: "Cukup tau gue sama lu semua,ternyata kalian gini."
Icha: "Udahlah capek males ribut gue, mending gue ke kantin lah."
Icha, Nilam, dan Nita pergi ke kantin bersama dan meninggalkan kami bertiga di kelas.
Di saat itu kami semua semakin kesal, dan marah kepada mereka dengan sikapnya yang begitu. Semenjak pertengkaran itu kita tidak bersama lagi, menjadi bermusuhan. Icha, Nilam, dan Nita bertiga. Sedangkan Aku, Elsa, dan Iffah bertiga juga.
Kami tidak saling bermain lagi dan tidak bersama sama lagi seperti dulu. Apabila sedang berjalan kita merasa saling tidak kenal. Rasanya tidak enak sekali menjadi seperti ini, tidak ada canda serta tawa antara kita yang ada sekarang pertengkaran yang membuat kita menjadi semakin jauh. Akhirnya Aku, Elsa, dan Nita sadar bahwa tidak enak seperti ini,kami mau kita bersama lagi dan pertengkaran ini hanyalah sebuah kesalahpahaman belaka. Kami pun mencoba minta maaf dan melupakan rasa gengsi kita terhadap mereka. Mereka juga meminta maaf karena sikap mereka yang terlalu kasar kepada kita.
Disitu kita saling maaf memaafkan dan saling intropeksi diri terhadap kesalahan kita masing masing. Dan kita bersama sama lagi.
Tanpa pertengkaran itu semua bagaikan sayur tanpa garam. Karena jika bersahabat tidak mungkin kalau tidak ada pertengkaran. Tidak butuh waktu yang lama untuk kita saling berbaikan,kita menyadari pertengkaran itu tidak baik apabila di perpanjang. Dan berjanji untuk tidak saling menyembunyikan sesuatu kepada mereka.
Kenaikan kelas sebentar lagi akan berlangsung. Kita sangat sedih karena akan berpisah sekolah dan tidak bisa bersama sama lagi. Saling bertatap tatapan satu sama lain dan membuat perjanjian diantara kita. Perjanjiannya yaitu tidak akan sombong, akan selalu bersama selamanya, dan akan selalu ada disaat salah satu diantara kita membutuhkan. Perjanjian tersebut kita tepati bersama dan berjanji untuk tidak melanggarnya.
Akhirnya setelah ujian nasional selesai dan hasil pengumuman nilai dibagikan, kami semua sibuk mencari sekolah yang sesuai dengan hasil Nilai Ebtanas Murni (NEM). Kita semua tidak ada yang satu sekolahan. Aku di SMAN 5 Tangerang, Elsa di SMAN 4 Tangerang, Icha di SMAN 15 Tangerang, Iffah di SMAN 2 Tangerang, Nilam di SMK PGRI 1 Tangerang sedangkan Nita pindah di sukabumi di SMK Teknologi Padjajaran.
Setelah duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) aku memiliki banyak teman baru. Walaupun begitu aku tidak akan melupakan sahabat yang ada di smp. Kita memang berbeda sekolah, tapi persahabatan itu akan selalu ada selamanya.
Kita selalu menyempatkan waktu untuk bertemu dan menghilangkan rasa kangen terhadap sahabat sahabatku. Meskipun sedikit waktu untuk bertemu,karena saat SMA banyak tugas serta kegiatan kegiatan yang membuat kami sibuk akan hal itu dan kami memakluminya. Serta kepindahan Nita yang membuat kami jarang bertemu dengannya.
Perjanjian yang dulu kita buat itu selalu kita tepati hingga saat ini. Tidak ada yang berubah di antara kita. Walaupun banyak pertengkaran-pertengkaran kecil sampai sekarang tetapi kita selalu bersama dan berusaha untuk selalu ada disaat senang maupun susah. Untuk sahabat tercintaku aku akan berusah menjadi yang terbaik untuk kalian dan selalu menjaga persahabatan ini.
THE END.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar